Social Icons

Hargai Karya Tulis

PENGHARGAAN YANG TINGGI TERHADAP KARYA TULIS
Para penulis, baik buku, artikel maupun karya ilmiah, selama ini belum pernah mendapatkan penghargaan yang layak oleh masyarakat. Seorang dosen misalnya, ketika ia berhasil menulis sebuah buku belum pernah mendapatkan pernghargaan khusus dari institusi sebagai sebuah karya yang monumental yang mampu mencerdaskan mahasiswa dan masyarakatnya. Bahkan yang lebih memprihatinkan ketika seorang dosen yang sering menulis di jurnal atau majalah ilmiah, koran dan majalah sering dijuluki sebagai seorang penganggur yang tak memiliki jabatan sehingga punya banyak waktu untuk menulis.
Dari segi material, karya olmiah seseorang dihargai sangat rendah. Para penerbit hanya member sekitar 7,5 – 15 % (belum termasuk pajak) kepada penulis buku, padahal penerbit member rabat kepada took buku yag tugasnya hanya menjual buku sebesar 25 – 40 %. Bahkan seorang penulis artikel ilmiah di jurnal ilmiah nyaris tidak dibayar oleh redaksi, dan pada kasus tertentu penulis artikel ilmiah di jurnal ilmiah terakreditasi, penulis harus membayar sejumlah uang kepada redaksi agar tulisannya bisa dimuat dengan alasan redaksi kekurangan dana untuk menerbitkan jurnal tersebut.
Mari kita tengok sekilas dalam peradaban Islam. Peradaban Islam kala itu mampu menguasai peradaban dunia. Apa sebabnya? Salah satu faktor adalah pemegang kekuasaan (pemerintah) kala itu sangat menghargai karya masyarakatnya. Contoh missal jika ada masyarakat yag mampu menghasilkan sebuah buku, maka pemerintah akan memberikan imbalan (penghargaan) berupa emas seberat buku yang telah berhasil ditulisnya. Ini terjadi pada pemerintahan Abbasyiah tepatnya. Bisakah dibayangkan betapa besar motivasi masyarakatnya untuk berlomba-lomba mengembangkan ilmu pengetahuan. Dari sini bisa kita ambil pelajara bahwa menghargai hasil karya terutama dalam bidang ilmu pengetahuan akan mampu menambah motivasi seseorang untuk terus berkarya dan berkarya.
Di Australia juga demikian, penghargaan dari pemerintah terhadap hasil karya ilmu pengetahuan begitu tinggi, tingginya bisa mencapai 15x lipat dengan apa yang telah pemerintah Indonesia berikan selama ini terhadap hasil karya anak negerinya. Bisakah dibayangkan betapa majunya peradaban ilmu pengetahuan jika masyarakatnya berlomba-lomba menghasilkan sebuah karya untuk bangsanya dan dunia. Dari hal ini terjadi beberapa kasus tertentu bahwa para ilmuan Indonesia lebih kerasan tinggal di luar negeri disbanding di negerinya sendiri. Dengan ini siapkan Indonesia memulai mengembangkan peradaban ilmu pengetahuan dengan penghargaan yang layak dan pantas bagi para ilmuwannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

'

Sample Text

 
Blogger Templates